Waskita Karya kemudian ditugaskan untuk membangun prasarana LRT yang meliputi jalur rel, konstruksi jalan layang, stasiun, serta fasilitas operasionalnya.
Sebagai kontraktor, Waskita menggelontorkan dana talangan pembangunan proyek terlebih dahulu atau prefinancing sambil menunggu pembiayaan dari APBN tahun 2017 dan 2018 secara bertahap. Proyek LRT Palembang hingga saat ini sudah mencapai 11% dan ditargetkan selesai Juni 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Choliq menambahkan bahwa total investasi pembangunan LRT Palembang mencapai Rp 11,4 triliun. Hingga saat ini Waskita diperkirakan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 1,25 triliun berdasarkan kemajuan pembangunan proyek LRT Palembang yang sudah mencapai 11%.
Sedangkan keuntungan yang diambil perusahaan pelat merah dari proyek ini sebesar 10% atau Rp 1,14 triliun. Seluruh pembiyaan proyek LRT Palembang menggunakan dana internal perseroan.
"Tadi kan anda bisa mengira-ngira bobotnya baru 11%. Nilai kontraknya Rp 11,4 triliun total, sehingga prestasinya 11% kali Rp 11,4 triliun. Biaya berapa? Kalau untungnya 10%, ya berarti dikalikan 90% tinggal untungnya berapa," jelas Choliq.
Pihaknya pun mengaku berminat untuk membangun proyek LRT di kota-kota lain di Indonesia jika dibutuhkan. Waskita juga bersedia untuk mengikuti proses pelelangan proyek untuk memenangkan tender.
Namun, dirinya juga belum mengetahui apakah nantinya pembangunan proyek LRT di kota-kota lain akan melalui pelelangan atau penunjukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Jawabannya minat sebagai kontraktor. Apakah ditunjuk lagi oleh presiden, tidak tahu," tutur Choliq. (ang/ang)











































