"(Surat utang) yang diterbitkan oleh negara memiliki tingkat keamanan yang lebih baik," kata Sri Mulyani saat peluncuran sukuk tabungan ST 001 di Gedung Djuanda, Jakarta, Jumat (19/8/2016).
Inventasi yang aman, menurut Sri Mulyani memang ditentukan oleh kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menyadari ada beberapa komponen yang harus diperbaiki agar APBN menjadi lebih sehat ke depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perwujudan APBN yang sehat sudah dimulai dari 2016. Pemerintah akan memangkas anggaran belanja yang tidak produktif, agar defisit anggaran bisa terjaga sesuai ketentuan pada akhir tahun.
Kemudian pada 2017, pemerintah menyusun APBN yang sangat realistis. Artinya pertumbuhan pendapatan dan belanja disusun sesuai dengan proyeksi realisasi pada akhir tahun ini.
"Kita perlu untuk membangun APBN yang baik dan sehat agar masyarakat yakin bahwa instrumen yang diterbitkan suatu instrumen yang berkualitas, baik dan memiliki keamanan yang tinggi dan memiliki kepastian," tukasnya. (mkl/ang)











































