Investor Asing Masih Beli Saham-saham Produsen Rokok

Investor Asing Masih Beli Saham-saham Produsen Rokok

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 22 Agu 2016 13:34 WIB
Investor Asing Masih Beli Saham-saham Produsen Rokok
Foto: REUTERS/Chris Wattie
Jakarta - Saham-saham produsen rokok hingga penutupan perdagangan sesi I berjatuhan, di antaranya saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Wismilak Tbk (WIIM). Bahkan, saham GGRM masuk dalam jajaran saham top losers. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan pembelian terhadap saham-saham produsen rokok ini.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/8/2016), saham GGRM ditutup jatuh 1,80% atau 1.225 poin ke Rp 66.800. Saham GGRM sempat menyentuh level terendahnya di Rp 66.600 dan tertingginya di Rp 68.100. Saham GGRM ditransaksikan sebanyak 2.139 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 7.040 saham senilai Rp 47,1 miliar.

Investor asing tercatat melakukan pembelian senilai Rp 27,3 miliar. Sementara investor lokal mencatatkan penjualan sebesar Rp 24,1 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara saham HMSP ditutup merosot 1,73% atau 70 poin ke Rp 3.970. Saham HMSP sempat menyentuh level terendahnya di Rp 3.930 dan tertingginya di Rp 4.040. Saham HMSP ditransaksikan sebanyak 1.583 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 45.929 saham senilai Rp 18,3 miliar.

Investor asing tercatat melakukan pembelian senilai Rp 11,1 miliar. Sementara investor lokal mencatatkan penjualan sebesar Rp 10,9 miliar.

Namun, investor asing tidak melirik saham WIIM. Saham WIIM diborong investor lokal dengan nilai transaksi mencapai Rp 191,4 miliar atau 50% dari total transaksi. Sementara separuhnya atau 50%, investor lokal melakukan aksi jual terhadap saham WIIM senilai Rp 191,4 miliar.

Saham WIIM ditutup turun 1% atau 4 poin ke Rp 396. Saham WIIM sempat menyentuh level terendahnya di Rp 394 dan tertingginya di Rp 400. Saham WIIM ditransaksikan sebanyak 80 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 4.838 saham senilai Rp 191,4 miliar. (drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads