Gudang Garam Tanggapi Isu Kenaikan Harga Rokok

Gudang Garam Tanggapi Isu Kenaikan Harga Rokok

Andhika Dwi - detikFinance
Senin, 22 Agu 2016 17:11 WIB
Gudang Garam Tanggapi Isu Kenaikan Harga Rokok
Foto: Andhika Dwi
Kediri - Isu kenaikan harga rokok hingga mencapai Rp 50.000 per bungkus membuat manajemen PT Gudang Garam Tbk (GGRM) ikut angkat bicara.

Iwhan Tricahyono, Humas PT Gudang Garam Tbk Kediri mengaku, kabar perubahan harga rokok membuat karyawan resah.

"Ternyata wacana bukan inisiatif dari pemerintah. Tidak jelas tujuan kelompok yang menyebarkan wacana tersebut, apakah sekadar mengurangi perokok di Indonesia, membunuh industri hasil tembakau, atau ada tujuan-tujuan lain," ucap Iwhan kepada detikFinance, Senin (22/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami yakin pemerintah dan semua pemangku kepentingan akan bijak menanggapi kabar-kabar yang bersifat agitatif dan mengadu domba seperti ini. Marilah kita semua menjaga situasi yang kondusif untuk membangun negeri," imbuh Iwhan.

Hal senada juga diutarakan Marmi, salah seorang karyawan PT Gudang Garam yang ditemui saat sedang istirahat makan siang.

Ia mengaku khawatir dan resah dengan harga rokok yang melangit, karena jika harga rokok tinggi, bisa jadi penjualan menurun dan mengancam keberlangsungan industri rokok.

"Ya khawatir mas, gimana kalau harganya jadi naik, mahal, dan nggak ada yang beli rokok, saya kerja apa buat anak saya di rumah," ucap Marmi. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads