Harga minyak dunia turun lebih dari 3%, setelah pekan lalu menyentuh tingkat tertingginya dalam 2 bulan terakhir. Penurunan harga minyak disebabkan kekhawatiran meningkatnya ekspor BBM China, lalu juga pasokan ekspor dari Irak dan Nigeria.
Minyak jenis Brent, harganya turun US$ 1,72/barel (3,4%) menjadi US$ 49,16/barel. Setelah akhir pekan lalu mencapai titik tertinggi dalam 2 bulan terakhir di US$ 51,22/barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor juga masih menunggu pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed), Janet Yellen, dalam pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat ini. Pidati Yellen akan memberikan sinyal tentang kapan suku bunga acuan akan naik.
"Pergerakan bursa karena minyak dan pelaku pasar menunggu pidato di Jackson Hole, dan selalu ada kejutan yang datang dari Jackson Hole," kata Analis, Jack Ablin, dilansir dari Reuters, Selasa (23/8/2016).
Pada perdagangan Senin (22/8/2016), indeks Dow Jones turun 23,15 poin (0,12) ke 18,529,42. Indeks S&P 500 turun 1,23 poin (0,6%) ke 2.182,64. Indeks Nasdaq naik 6,23 poin (0,12%) ke 5.244,6.
Ada 5,3 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Di bawah rata-rata transaksi harian sebanyak 6,38 miliar lembar saham pada 20 hari terakhir. (wdl/wdl)











































