Bunga Deposito Harus Turun Agar Pasar Modal RI Lebih Menarik

Yulida Medistiara - detikFinance
Minggu, 28 Agu 2016 14:27 WIB
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Untuk menarik banyak investor menyimpan dananya di pasar modal Indonesia, bunga deposito harus turun, paling tidak menjadi sekitar 5%. Dengan penurunan suku bunga deposito, investor akan memilih instrumen investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi seperti pasar modal.

Demikian diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat ditemui usai membuka acara Fun Walk BEI di Parkir Lot 7 dan 8, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016).

"Pasar modal berulang kali saya katakan baru bisa menarik kalau bunga deposito kita turun, sekarang bunga deposito sudah turun. Angka sekitar 5% baru menarik. Selama ini bagaimana mau menarik kalau depositonya 10%," kata JK.

Pasar modal Indonesia telah mencapai usianya yang ke-39 pada Agustus ini. JK berharap agar pasar modal Indonesia menjadi tempat berinvestasi yang dipercaya masyarakat.

"Pertama pasar modal harus dipercaya, harus memberikan harapan yang betul-betul baek (baik), tertib, ekonomi kita kan sangat besar kita harapkan itu," ujar JK.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio juga berharap hal yang sama. Ia berharap, bunga deposito bisa di level 5% hingga 7%.

"Moga-moga bunga turun sampai 5 atau 6 atau 7 persen," kata Tito.

Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, rata-rata bunga deposito bank acuan (dihitung dengan rata-rata bergerak 22 hari) mencapai 6,41% pada 4 Agustus 2016, turun 8 bps dari posisi akhir Juni 2016.

Hal yang sama juga terjadi pada rata-rata bunga maksimum yang turun 18 bps menjadi 7,29% serta bunga minimum yang turun 3 bps ke level 5,48%.

Penurunan suku bunga pasar yang terjadi sejak Februari 2016 terlihat lebih tajam dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, antara lain didorong oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan BI rate hingga empat kali di semester I-2016. (drk/drk)