Untuk menampung aspirasi tersebut, kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan wadah untuk bisa menghantarkan startup masuk bursa saham alias go public.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyebut, salah satu syarat perusahaan startup untuk bisa go public misalnya dapat menjamin tahun selanjutnya bisnis tersebut untung. Serta memiliki administrasi yang jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida menyebut, pihaknya tengah menyiapkan wadah untuk berkumpulnya para startup yang berpotensi masuk pasar modal.
Wadah tersebut dinamai inkubator, untuk menampung startup supaya bisa listing menjadi perusahaan go public. Startup ini akan difasilitasi bekal untuk menjadi perusahaan go public.
"Startup ini pada awalnya kan mereka dipersiapkan dulu, itu yang disebut inkubator. Harus dipersiapkan dari sisi modalnya, mereka harus lebih besar. Kemudian bagaimana mereka menyusun laporan keuangan dan mungkin nanti pengembangan core bisnis dari mereka sendiri, itu yang akan dipersiapkan. Kalau mungkin memenuhi kondisi mereka untuk go public, baru akan di go public-kan," ujar Nurhaida, saat ditemui di Parkir Lot 7 dan 8, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016).
Sementara itu, Tito menyebut, saat ini sudah ada beberapa startup yang tertarik untuk go public. BEI bersama dengan Bank Mandiri nantinya membuat program untuk perusahaan startup agar bisa listing dengan cara mendidik startup tersebut.
Dalam satu hingga 1,5 bulan ke depan, akan dibuka tempat sebagai inkubator perusahaan startup di Plaza Bapindo.
"Inkubator sudah mulai bicara kita akan bikin bersama Bank Mandiri di gedung Bapindo insya Allah akan dibuka dalam waktu 1-1,5 bulan ini. Semua startup boleh buka di situ lalu nanti dikenalkan dengan accounting, lawyer, ajarin bikin cara projection. Kita akan kenalkan dengan calon-calon investor pemulanya," ujar Tito.
Ia tidak merinci perusahaan apa saja yang berniat listing menjadi go public. Ia menyebut akan memfasilitasi sekitar 30 startup dalam beberapa sektor.
"Kami ada program memperkenalkan dengan legal, merapikan dengan notaris, merapikan perusahaan dan accounting, mengajarkan mereka membuat projection, memperkenalkan dengan investor sampai mereka siap go public," kata Tito. (drk/drk)











































