Pasar Modal RI Membaik, Perubahan Auto Rejection Bakal Diterapkan

Pasar Modal RI Membaik, Perubahan Auto Rejection Bakal Diterapkan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 31 Agu 2016 20:14 WIB
Pasar Modal RI Membaik, Perubahan Auto Rejection Bakal Diterapkan
Foto: Dewi Rachmat Kusuma
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kondisi pasar modal mulai stabil, sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menerapkan auto rejection simetris. Saat ini, BEI masih menerapkan batas minimal auto rejection secara asimetris.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya mengungkapkan, situasi market saat ini telah cukup stabil. Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga telah membaik dari kondisi saat diberlakukannya auto rejection secara asimetris pada tahun lalu.

"Kita lihat indeks hari ini penutupan sudah di 5.386. Year to date nya sudah naik 17,26% sejak Agustus lalu diberlakukan (asimetris) dari 4.093. Kalau dibandingkan dengan indeks terendah kemarin (Juni 2015), indeks kita sudah naik 33,5%. Jadi kita lihat sudah cukup kondusif, jadi kita lihat, direksi melihat ini sudah saatnya kita kembalikan ke rentang harga simetris," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (31/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kondisi pasar yang mulai membaik, BEI pun menargetkan akan kembali memberlakukan batas minimal auto rejection secara simetris pada bulan September mendatang.

Namun demikian, belum diketahui tanggal berapa tepatnya pemberlakukan tersebut akan diterapkan. Hal ini dikarenakan Direksi Bursa saat ini sedang melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke Anggota Bursa (AB), sebelum akhirnya akan dibawa ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan persetujuan.

"Jadi ini ada tahapannya. Jadi semua Anggota Bursa harus dikasih tahu dulu. Kita juga harus minta persetujuan OJK," tambahnya.

Adanya pertimbangan mengenai kemungkinan pengaruh isu global juga akan menjadi salah satu pertimbangan BEI melakukan kembali penerapan auto rejection simetris.

"Makanya kami menunggu data perdagangan sampai hari ini, baru nanti kita kaji data historisnya dari 2015 sampai sekarang seperti apa. Dari hasil kajian sampai hari ini, termasuk adanya kemungkinan pengaruh isu-isu global yang baru, kalau memang tiba-tiba ada isu global yang baru yang kami anggap bisa mengakibatkan indeks turun tajam, tentunya bisa jadi pertimbangan kita berlakukan simetris atau tetap asimetris," tutur dia.

Informasi saja, auto rejection adalah penolakan secara otomatis oleh Jakarta Automatic Trading System (JATS) terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli Efek Bersifat Ekuitas yang dimasukkan ke JATS akibat dilampauinya batasan harga atau jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang ditetapkan oleh Bursa.

BEI telah menerapkan auto reject asimetris sejak 25 Agustus 2015 lalu, setelah melihat situasi market yang cenderung terus turun, untuk menjaga agar IHSG tidak turun lebih jauh lagi. IHSG sendiri sempat menyentuh titik terendahnya pada 29 Juni 2015 di angka 4.033. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads