Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menilai, kenaikan saham-saham tersebut tak terlepas dari sentimen positif pemberlakuan program pengampunan pajak atau tax amnesty. Meski belum ada angka pasti besaran masuknya dana tax amnesty ke pasar modal, namun para pelaku pasar sudah melakukan posisi beli.
Saham-saham sektor konstruksi dan properti dinilai memiliki prospek yang baik, selain harganya yang juga terjangkau dibandingkan saham-saham sektor finance yang juga terimbas positif dari program tax amnesty.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Reza, selain sentimen positif dari tax amnesty, saham sektor properti juga terimbas rencana Bank Indonesia (BI) yang berencana merelaksasi aturan Loan To Value (LTV) sehingga uang muka atau Down Payment (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa lebih rendah.
"Kan rencananya ada perubahan LTV, juga ada indikasi penurunan tingkat suku bunga, jadi ini positif, nantinya cenderung dinikmati perusahaan properti," ucap dia.
Ke depan, Reza melihat, saham-saham di sektor konstruksi dan properti masih akan berpotensi menguat sejauh masing-masing emiten terus memberikan kinerja yang positif.
"Ke depan, prospek positif, tapi investor juga melihat seberapa besar target yang bisa mereka capai, dari sisi penjualan dan lain-lain," tandasnya. (drk/dna)











































