Pemerintah Tunda Penjualan 5 Persen Sahamnya di BCA

Pemerintah Tunda Penjualan 5 Persen Sahamnya di BCA

- detikFinance
Selasa, 29 Mar 2005 13:49 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Pengelola Aset (PTA) akan menunda penjualan 5 persen saham pemerintah di BCA hingga indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami kenaikan atau setidaknya stabil. "Kita lihat sampai nanti IHSG mulai naik. Karena sekarang saya rasa masih profit taking atau kalau tidak pada saat IHSG stabil baru kita pertimbangkan kembali melepas ke pasar," kata Dirut PT PTA M Syahrial di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa (29/3/2005).Menurutnya, PT PTA masih memiliki cukup waktu hingga akhir tahun nanti untuk melepas 5 persen saham BCA itu ke pasar. "Saya rasa masih ada 9 bulan ke depan. Biasa lah market masih profit taking, wajar-wajar saja kita menunggu waktu yang tepat untuk melakukan divestasi," katanya.Dia menilai sangat wajar jika pemerintah mengingikan harga premium mengingat saat ini jika dilihat rata-rata trading harian saham BCA di bursa hanya sekitar US$ 6 juta sehingga ketika pemerintah melepas saham 5 persen merupakan jumlah yang cukup besar.Padahal untuk langsung mendapatkan saham, hingga 5 persen lewat pasar tidak gampang. "Untuk dapatkan 5 persen langsung dari pasar kan tidak gampang. Itu suatu opportunity. Jadi kita tawarkan opportunity, kalau kita tawarkan maka kita minta ada premium," katanya.Selain saham BCA, PT PTA pada Mei nanti juga merencanakan untuk melepas sisa saham pemerintah di Bank Danamon. Pemerintah tidak bisa segera melepas sisa sahamnya di Bank Danamon karena ada ketentuan lock up periode selama 6 bulan sejak divestasi pada tahun lalu."Karena itu kita tidak bisa langsung lepas. Kita tunggu setelah Mei apalagi ekspektasi kita setelah Mei kondisi pasar akan baik lagi," katanya. Menyangkut penjualan saham minoritas lainnya, PTA masih menunggu persetujuan dari DPR. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads