27 Persen Saham Negara Asean di AAF Akan Dijual

27 Persen Saham Negara Asean di AAF Akan Dijual

- detikFinance
Selasa, 29 Mar 2005 14:48 WIB
Jakarta - Sebanyak 27 persen saham milik 3 negara Asean yakni Thailand, Singapura dan Malaysia di Asean Aceh Fertilizer (AAF) akan dijual kepada investor yang berminat. Saat ini ketiga negara itu tengah mengevaluasi proses penjualan tersebut. Demikian disampaikan Dirut AAF Rauf Purnama disela-sela pelantikan pejabat eselon I Depdag, di kantor Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (29/3/2005)Saat ini kepemilikan 3 negara Asean tersebut di AAF adalah Thailand (13 persen), Singapura (1 persen ) dan Malaysia (13 persen). "Saat ini mereka sedang mengevaluasi untuk menjual dengan menggunakan jasa konsultan," kata Rauf.Mengenai kondisi AAF saat ini, Rauf mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dari Toyo Engineering Corporation yang merupakan pengembang AAF asal Jepang, diketahui bahwa kondisi AAF sejauh ini tidak ada masalah meski sudah hampir 2 tahun pabrik tidak berproduksi. "Masalahnya kan hanya karena tidak ada pasokan gas," kata Rauf. Saat ini kebutuhan gas di AAF tercatat sebesar 60 mmcfd.Rauf mengungkapkan, pemerintah menjanjikan pada bulan Juli nanti akan memberi 3 kargo gas untuk kebutuhan 6 bulan. Kargo gas itu sesuai janji Meneg BUMN merupakan bagian dari 12 kargo gas yang disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan 3 pabrik pupuk. Rincian 12 kargo gas itu adalah 6 kargo untuk kebutuhan produksi 1 tahun PIM (PT Pupuk Iskandar Muda) 1, 3 kargo gas untuk kebutuhan 6 bulan PIM 2 dan 3 kargo gas untuk kebutuhan 6 bulan AAF. Rauf menegaskan, bila pemerintah tidak menepati janjinya untuk menyuplai gas tersebut, maka kelanjutan produksi AAF akan diserahkan kepada pemerintah. "AAF sudah tidak punya uang lagi. Bahkan April sudah tidak punya uang untuk membayar 800 karyawannya," tegas Rauf.Mengenai berapa tepatnya jumlah kerugian yang diderita AAF, Rauf mengaku tidak bisa merinci. Yang jelas, lanjut dia, sebelum berhenti berproduksi, AAF mampu membukukan keuntungan hingga US$ 4 juta per bulan. "Dan untuk mengatasi operasional AAF, sebaiknya dilakukan joint operation dengan PIM," ujarnya. Sementara mengenai gempa bumi yang melanda Nias pada Senin malam kemarin, Rauf mengaku sejauh ini sama sekali tidak mempengaruhi kondisi AAF. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads