Laba PT Timah naik 177,9 Persen

Tahun 2004

Laba PT Timah naik 177,9 Persen

- detikFinance
Selasa, 29 Mar 2005 15:40 WIB
Jakarta - PT Timah tbk mencatat laba bersih tahun 2004 sebesar Rp 177,9 miliar atau naik 387 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 35 miliar. Sedangkan pendapatan bersih perseroan meningkat 45 persen menjadi Rp 2,812 triliun dibandingkan tahun 2003 Rp 1,945 triliun. Penerimaan penjualan yang naik 94,7 persen ini terutama berasal dari penjualan logam timah dan sisanya berupa batubara, jasa keteknikan dan galangan kapal serta eksplorasi. Demikian disampaikan oleh Dirut PT Timah tbk Thobrani Alwi di Hotel Arya Duta, Jakarta, Selasa (29/3/2005).Menurut Thobrani, meningkatnya laba bersih perseroan terutama karena naiknya harga jual timah sepanjang tahun 2004 yang rata-rata sebesar US$ 8.482 per ton atau naik 76 persen dibandingkan tahun 2003 sebesar US$ 4.817 per ton. Peningkatan itu juga karena menurunnya rugi kurs perusahaan. Untuk laba usaha juga mengalami peningkatan 53 persen menjadi Rp 285 miliar dibanding tahun 2003 Rp 186,7 miliar. Produksi Timah pada tahun 2004 hanya sebanyak 34.764 metrik ton atau turun 24 persen dibanding tahun sebelumnya 45.906 metrik ton. "Meski produksi turun, penjualan Timah tetap naik karena perseroan memiliki stok yang belum dijual menunggu harga baik yang baru dilepas pada tahun lalu," kata Thobrani.Untuk tahun 2005, ia memperkirakan harga Timah masih di kisaran US$ 8.000-9.000 per ton. Hal ini karena masih tingginya permintaan Timah akibat stok logam Timah yang berkurang dimana saat ini pemakaian per minggu untuk internasional hanya 5000 metrik ton yang normalnya 10.000-12.000 metrik ton. Timah memberi kontribusi ke pasar dunia sebesar 16 persen. Perseroan menargetkan produksi Timahnya bisa sebesar 40 ribu ton. AkuisisiPada tahun 2005 ini PT Timah berharap bisa mengakuisisi perusahaan aspal BUMN, PT Sarana Karya di Buton. Selama ini kedua perusahaan hanya melakukan kerjasama produksi dan pemasaran aspal curah. "Maunya tahun ini. Tapi itu tergantung pemerintah," kata Thobrani. Sarana karya sendiri saat ini memiliki utang yang cukup banyak. Untuk anak perusahaan PT Timah di bidang batu bara yakni PT Tanjung Alam Jaya diperkirakan bisa memproduksi satu juta ton dengan harga rata-rata sebesar US$ 40 per ton. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads