Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Sep 2016 15:42 WIB

Harga Saham Samsung vs Apple

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: detikINET/adifidarahman Foto: detikINET/adifidarahman
Jakarta - Harga saham dan kapitalisasi pasar biasanya mencerminkan kinerja perusahaan. Jika kinerja baik, saham pun naik, begitu juga sebaliknya.

Harga saham juga sering dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi di pasar, baik itu sentimen positif maupun negatif.

Contohnya yang terjadi terhadap saham Samsung Electronics yang kemarin anjlok nyaris 7% gara-gara penarikan kembali Galaxy Note 7 yang bermasalah.

Seperti dikutip dari CNBC, Selasa (13/9/2016), saham Samsung sempat jatuh ke titik terendah dalam 2 bulan terakhir di posisi 1,465 juta won (Rp 17,4 juta) per lembar.

Sebaliknya, saham Apple seolah menyambut kemalangan Samsung ini dengan naik 2,2% pada perdagangan kemarin. Kemarin, saham perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu naik 2,2% ke posisi US$ 105,44 (Rp 1,4 juta) per lembar.

Jika dibandingkan, harga saham Apple dan Samsung pada posisi kemarin itu nilainya jauh berbeda. Apple hanya sekitar Rp 1,4 juta/lembar sementara Samsung Rp 17,4 juta/lembar.

Namun bukan berarti harga saham Samsung yang lebih mahal itu lebih baik, karena jika dikalikan jumlah saham yang beredar maka nilainya pun berbeda.

Jumlah saham beredar dikali harga saham hasilnya ada kapitalisasi pasar. Hingga posisi kemarin, kapitalisasi pasar Samsung sebesar 241,9 triliun won (Rp 2.850 triliun).

Sementara Apple pada hari yang sama punya kapitalisasi pasar US$ 555,3 miliar (Rp 7.321 triliun). Saat ini Apple merupakan perusahaan termahal di dunia, mengalahkan Alfabet (induk Google) dan Microsoft.

Jika dilihat harga per lembar, Samsung lebih mahal dari Apple. Namun jika dilihat secara kapitalisasi pasar, Apple masih unggul dari Samsung. (ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed