Rupiah Terombang-ambing The Fed, Dolar AS Bisa ke Rp 13.300

Rupiah Terombang-ambing The Fed, Dolar AS Bisa ke Rp 13.300

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 14 Sep 2016 12:06 WIB
Rupiah Terombang-ambing The Fed, Dolar AS Bisa ke Rp 13.300
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Nilai tukar rupiah terus terombang-ambing akibat ketidakpastian kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah. Diperkirakan, mata uang Paman Sam tersebut bisa terus menguat hingga Rp 13.300, bahkan bisa menyentuh level Rp 13.500. Hingga pukul 11.47 WIB, dolar AS bertengger di Rp 13.225.

"Isu The Fed kan masih terus bergulir, belum ada kepastian. Wajar rupiah melemah, pelemahannya masih wajar. Kita perkirakan dolar bisa naik ke Rp 13.300, bisa juga sampai Rp 13.500," ujar Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo kepada detikFinance, Rabu (14/9/2016).

Dihubungi terpisah, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David Sumual mengungkapkan, pernyataan para petinggi The Fed terus berubah-ubah sehingga menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan global dan emerging market termasuk Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rupiah masih terombang-ambing isu The Fed. Pernyataan Board The Fed berubah-ubah, ada yang pro naik dan kontra, kenaikan di September ini yang membuat mata uang emerging market terombang-ambing termasuk rupiah," jelas David.

Selain ketidakpastian kenaikan The Fed, kondisi perekonomian global juga belum pulih. Harga minyak dunia juga turun. Meski demikian, kondisi di dalam negeri paling tidak membaik meskipun masih minim sentimen positif.

Untuk itu, pergerakan rupiah masih akan sangat bergantung pada keputusan The Fed. David memperkirakan, dolar AS akan bergerak ke level Rp 13.250.

"Nanti 21 September pengumuman The Fed, itu juga bertepatan dengan pengumuman BI rate, angka perdagangan. BI siang, The Fed malam. Menurut perkiraan, probability-nya The Fed naikkan suku bunga itu 30%. Kita perkirakan dolar Rp 13.250," pungkasnya. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads