INCO Bagi Dividen Final US$ 0,0975 per Saham

INCO Bagi Dividen Final US$ 0,0975 per Saham

- detikFinance
Rabu, 30 Mar 2005 12:10 WIB
Jakarta - PT International Nickel tbk (Inco) membagikan dividen sebesar US$ 0,0975 per saham, yang akan dibayarkan pada 10 Mei 2005. Dividen tersebut terdiri dari dividen final tahun 2004 sebesar US$ 0,0375 per saham dan dividen luar biasa sebesar US$ 0,06 per saham. Keputusan membayar dividen luar biasa US$ 0,06 per saham itu karena pertimbangan kinerja keuangan dan membaiknya harga Nikel dunia pada tahun 2004 yang sangat baik. Demikian Presdir Inco, Bing R Tobing dalam jumpa pers di Hotel Regent, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (30/3/2005).Menurut Bing, pada tahun 2004 lalu, perseroan telah membagikan dividen interim US$ 0,0125 persen per saham yang dibayarkan pada 25 November 2004 sehinga total dividen tahun 2004 sebesar US$ 0,11 per saham. Untuk pemegang saham Indonesia, dividen tersebut akan dibayarkan dalam Rupiah dengan memakai kurs tengah BI pada 25 April 2005. Inco selama tahun 2004 mencatat penjualan US$ 792,083 juta, dengan laba bersih US$ 265,088 juta. Angka ini lebih tinggi dibanding penjualan tahun 2003 sebesar US$ 509,028 juta dengan laba bersih US$ 104,185 juta. Bing menjelaskan, untuk Capex atau belanja investasi tahun 2005 dianggarkan sebesar US$ 120 juta, dimana dana itu sudah termasuk untuk proyek PLTA Karebbe, Sulawesi sebesar US$ 50 juta. Untuk PLTA Karebbe, Inco mengeluarkan investasi sebesar US$ 250 juta, dimana proyek itu menurut rencana akan dikerjakan dalam 4 tahun sampai 2009. Dengan beroperasinya PLTA Karebbe, maka pada tahun 2009, produksi Nikel Inco akan naik 25 persen menjadi 200 juta pon per tahun. Sedangkan pada tahun 2005 produksi Nikel sebesar 160 juta pon. Saat ini utang Indo per tahun 2004 sebesar US$ 115 juta, dimana jumlah ini akan lunas seluruhnya pada Maret 2006. Untuk harga Nikel tahun ini menurut Bing, diperkirakan sama seperti tahun 2004 sebesar US$ 10-11 per ton. Saat ini komposisi kepemilikan saham Inco adalah Inco Canada Ltd (61 persn), Sumitomo Metal Mining (20 persen), publik (19 persen). (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads