Sebanyak 2,1 miliar lot saham BEKS dilepas seharga Rp 53 per lembar dan jika diakumulasi nilainya setara 210 miliar saham dengan total Rp 11,13 triliun. Jumlah saham tersebut jauh melebihi saham beredar BEKS ssebanyak 46,17 miliar lembar saham.
Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini mengatakan bahwa adanya kesalahan pada sistem transaksi saham milih RHB Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menindaklanjuti anomali transaksi ini, BEI telah mengirimkan surat teguran kepada pihak RHB Securities untuk memperbaiki sistem transaksi elektroniknya. Sehingga kesalahan transaksi jual beli saham melalui RHB Securities tidak terjadi lagi di kemudian hari.
"Ya teguran, karena mereka harus memeriksa sistemnya dan melakukan perbaikan kalau ada yang error yang terjadi," ujar Hamdi.
Saat ini BEI baru mendapatkan sedikit laporan dari RHB Securities terkait kesalahan sistem transaksi saham yang terjadi. Pihak RHB Securities juga diminta untuk melakukan pemeriksaan lebih dalam untuk memastikan kesalahan yang terjadi sesungguhnya.
Kesalahan transaksi ini juga bukan dikarenakan penjualan saham yang disengaja dilepas dengan harga murah untuk cepat dibeli investor lain.
"Itu murni sistem error aja. Makanya kita minta mereka untuk audit dan nanti mereka perbaiki dan laporkan ke bursa nanti hasilnya. Jadi belum dilaporkan lagi, karena mereka harus periksa lagi," tutur Hamdi. (ang/ang)











































