Anak usaha BUMN yang fokus pada produksi beton ini tercatat hingga pertengahan September 2016 telah mengantongi kontrak baru hampir mencapai Rp 7 triliun. Capaian kontrak baru tersebut sudah mendekati target kontrak baru hingga akhir tahun sebesar Rp 7,6 triliun dengan sisa kontrak tahun 2015 sebesar Rp 3,2 triliun.
Dengan hampir mencapaianya target kontrak baru tersebut, perseroan akan merevisi ke atas pencapaian kontrak baru dari Rp 7,6 triliun menjadi Rp 8
triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, hingga akhir 2016 perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 620 miliar dengan total keuntungan mencapai Rp 4,7 triliun.
"Rp 4,7 laba, EAT (Earning After Tax/pendapatan setelah pajak) Rp 600-Rp 620 miliar. Kita tidak meleset, EAT kita tidak berubah masih sesuai target," ujar Jarot. (dna/dna)










































