Laba Bersih Indosat Turun 73 Persen

Setelah Restatement

Laba Bersih Indosat Turun 73 Persen

- detikFinance
Rabu, 30 Mar 2005 19:03 WIB
Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) mengalami penurunan laba bersih tahun 2004 hingga 73 persen menjadi Rp 1,63 triliun dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,08 triliun setelah perusahaan melakukan restatement. Namun jika dibandingkan dengan data sebelum restatement dimana perolehan laba bersih tahun 2003 sebesar Rp 1,57 triliun maka laba bersih Indosat tetap mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 1,63 triliun. Indosat melakukan penyajian ulang untuk kinerja tahun 2003 atas transaksi silang antara PT Indosat Tbk dan PT Telkom Tbk, dimana perseroan mencatatkan penerimaan dari pos luar biasa sebesar Rp 4,49 triliun. Angka sebesar Rp 4,49 triliun merupakan pendapatan Indosat atas penjualan 35 persen saham Indosat di Telkomsel. Sebaliknya Telkom menjual 22,5 persen di Satelindo dan 37,21 persen saham PT Lintas Artha kepada Indosat. Sehingga dengan perbandingan data tanpa restatement tahun 2003 laba bersih Indosat tetap Rp 1,57 triliun. "Laba bersih Indosat tahun ini sudah sesuai perkiraan, karena untuk tahun 2003 perseroan melakukan restatement," ujar analis di perusahaan sekuritas asing, Rabu (30/3/2005). Sementara pendapatan Indosat tahun 2004 sebesar Rp 10,55 triliun atau meningkat 28,1 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 8,23 triliun. Sedangkan laba usaha tahun 2004 sebesar Rp 3,23 triliun atau tumbuh 37,8 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 2,35 triliun. Jasa seluler, telekomunikasi tetap dan MIDI (Multimedia, Data Komunikasi dan Internet) masing-masing memberikan kontribusi sebesar 70,6%, 14,7% dan 14,1% terhadap Pendapatan Usaha Perseroan. "Kinerja bisnis Indosat 2004 merefleksikan pertumbuhan layanan selular sebagai penyumbang utama Perseroan. Tahun 2004 merupakan tahun pertama implementasi program-program sinergi sejak penggabungan usaha Perseroan di akhir 2003. Secara nyata, hasilnya terlihat pada peningkatan pendapatan usaha, EBITDA dan margin EBITDA yang disertai berjalannya transformasi perusahaan khususnya pada upaya integrasi jaringan," kata Wakil Direktur Utama Indosat, Ng Eng Ho, Rabu,(30/3/2005). Perusahaan mencatat EBITDA (earning before Interest, tax, depretiation and amortization) untuk periode tahun 2004 dilaporkan sebesar Rp 6,05 triliun dan EBITDA margin mencapai 57,4 persen. Jumlah pelanggan seluler Indosat (Mentari, Matrix dan IM3) mencapai 9,7 Juta atau tumbuh 63,6 persen dibandingkan dengan jumlah pelanggan pada akhir tahun 2003. Selama tahun 2004, Indosat telah mengeluarkan modal dalam rangka investasi sebesar Rp 6,29 trilyun yang direalisasikan bagi pembelian alat produksi layanan selular sebesar Rp 4,6 triliun, dan sisanya digunakan untuk layanan telekomunikasi tetap, MIDI serta jaringan backbone. (rif/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads