Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 4,550 poin (0,08%) ke level 5.375,712. Aksi jual asing masih berlanjut.
Indeks bergerak dalam rentang yang sempit. Posisi tertingginya pagi ini ada di level 5.385,611 dengan terendah di 5.366,514.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada sesi II IHSG betah di zona merah cenderung melemah. Namun menjelang pukul 16.00, IHSG justru melejit hingga menempatkannya pada posisi tertinggi sepanjang hari di level 5.388,908, menguat 8,646 poin (0,16%). LQ45 ikut menguat 2,794 poin (0,3%) ke level 933,373.
Frekuensi transaksi sebanyak 233.894 kali dengan volume 6,4 miliar lembar saham senilai Rp 7,7 triliun. Sebanyak 177 saham naik, 160 turun, dan 98 saham stagnan.
Bursa-bursa global berbalik arah ke zona hijau pada penutupan hari ini. Namun, di tengah tren pembalikan ke zona positif ini, bursa regional seperti China dan Jepang justru tertinggal di zona merah.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga penutupan perdagangan hari ini:
Indeks Nikkei 225 turun 53,60 poin (0,32%) ke level 16.754,02.
Indeks Hang Seng kandas 73,32 poin (0,31%) ke level 23.686,37.
Indeks Komposit Shanghai berkurang 8,41 poin (0,28%) ke level 3.033,90.
Indeks Straits Times menguat 10,89 poin (0,38%) ke level 2.856,95.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 875 ke Rp 12.825, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 45.550, Indocement Tunggal (INTP) naik Rp 575 ke Rp 18.150, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 19.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi Ind (MREI) turun Rp 470 ke Rp 4.310, Sinar Mas Multiartha (SMMA) turun Rp 375 ke Rp 7.800, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 310 ke Rp 2.840, dan PT PP (PTPP) turun Rp 250 ke Rp 4.250. (dna/ang)











































