Dolar AS Lengser dari Rp 13.000, JK: Ini Karena Tax Amnesty

Dolar AS Lengser dari Rp 13.000, JK: Ini Karena Tax Amnesty

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2016 12:17 WIB
Dolar AS Lengser dari Rp 13.000, JK: Ini Karena Tax Amnesty
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Nilai tukar rupiah mengalami penguatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sekarang dolar AS bergerak pada level Rp 12.900.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebutkan ini dampak dari program pengampunan pajak atau tax amnesty. Selain repatriasi yang mulai masuk, besarnya minat masyarakat untuk mengikuti program tersebut, juga memberikan sentimen positif terhadap investor.

Maka dari itu, banyak dana asing yang kemudian masuk ke dalam negeri dan mendorong penguatan rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada dewasa ini tentu karena melihat potensi-potensi tax amnesty, karena cukup baik maka rupiah menguat, antara lain karena itu. Kan ekonomi kita artinya stabil," terang JK saat menghadiri acara Hari Listrik Nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Akan tetapi, menurut JK bahwa nilai tukar akan terus mengalami pergerakan ke depannya. Di samping faktor dalam negeri, juga ada faktor global yang mempengaruhi.

"Ya rupiah itu turun naik kepada dolar, tergantung bisa rupiah kuat bisa dolar melemah," tegasnya. (mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads