Dirjen Pengelolaan utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan, seperti seri sebelumnya, ORI 013 memiliki tenor 3 tahun dan dibeli dengan minimum kelipatan Rp 5 juta.
"Dengan tenor 3 tahun, ditetapkan masa holding period 2 bulan atau tidak boleh diperjualbelikan sampai 2 kali pembayaran kupon yang dilakukan setiap sebulan sekali. Tingkat kupon ditetapkan 6,6% per tahun," ucap Robert saat acara pembukaan masa penawaran ORI 013 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (29/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksimum pemesanannya kita batasi Rp 3 miliar dengan kelipatan pembelian Rp 5 juta. Pembayaran kupon akan dilakukan setiap tanggal 15 setiap bulannya. Pembayaran kupon pertama akan dilakukan pada 15 November 2016," jelas Robert.
Target penerimaan indikatif dari penerbitan ORI Seri 013 ini, sambung dia, ditetapkan sebesar Rp 20 triliun. Namun besaran target penjualan tersebut masih bisa diperbesar lagi jika peminatnya cukup banyak.
"Target indikatif dari ORI 013 kita tetapkan sebesar Rp 20 triliun. Kita masih bisa upsize lagi, tapi tunggu saja nanti di 20 Oktober 2016," ungkap Robert.
Untuk agen penjualannya, Kemenkeu menunjuk 24 agen penjualan yang terdiri dari 20 bank dan 4 perusahaan efek.
Agen penjualan antara lain Citibank, Bank ANZ Indonesia, Bank Bukopin, Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon Indonesia, Bank DBS Indonesia, Bank Mandiri (Persero), Bank Maybank Indonesia, Bank Mega, Bank Negara Indonesia (Persero).
Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia (Persero), Bank Tabungan Negara (Persero), Standard Chartered Bank, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited.
Sementara untuk perusahaan Sekuritas yakni Danareksa Sekuritas, Indo Premier Securities, Mega Capital Indonesia, MNC Securities, Sucorinvest Central Gani, dan Trimegah Sekuritas Indonesia. (dna/dna)











































