Tren Suku Bunga Turun, Pasar Obligasi Korporasi Banjir Peminat

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2016 18:57 WIB
Foto: Eduardo Simorangkir
Denpasar - Tren suku bunga yang rendah saat ini menjadi pemicu emiten mencari dana dari pasar obligasi korporasi. Hingga bulan September 2016 ini saja, penerbitan obligasi korporasi di Indonesia telah menyentuh angka Rp 65,24 triliun. Angka ini lebih banyak dibandingkan jumlah obligasi korporasi sepanjang tahun lalu sebesar Rp 62,57 triliun.

Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Salyadi Saputra mengatakan, angka ini masih bisa bertambah menjadi Rp 110 triliun hingga akhir tahun, mengingat Pefindo masih memiliki mandat untuk penerbitan obligasi sekitar Rp 50 triliun lagi.

"Tahun ini sampai September saja sudah Rp 65 triliun, dan Pefindo masih mengantongi mandat untuk penerbitan obligasi sebesar Rp 50 triliun. Jadi bisa saja penerbitan obligasi tahun ini bisa sampai Rp 110 triliun. Minimal Rp 100 triliun saya rasa optimis," ujar dia dalam kegiatan workshop wartawan pasar modal di Hard Rock Hotel, Bali, Jumat (30/9/2016).

"Jadi kebutuhan untuk pendanaan dari obligasi ini sekarang semakin meningkat seiring dengan penurunan tingkat suku bunga. Karena kalau tingkat suku bunga rendah, penerbitan obligasi tentunya kupon yang dibayarkan akan rendah, dan mereka akan nikmati sepanjang umur obligasi tersebut," tambahnya.

Tren suku bunga yang rendah memang cenderung mendorong perusahaan untuk berburu sumber pendanaan dari pasar obligasi korporasi. Pasalnya, penurunan suku bunga bisa mengurangi biaya pendanaan atau cost of fund.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2016 ini, Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan sebanyak empat kali menjadi 6,5%. Hal ini kemudian membuat pasar obligasi dalam negeri terus mengalami inflow sejak awal tahun.

Hingga September ini, Pefindo telah menguasai 88% pasar obligasi korporasi. Sementara sisanya 12% dipegang oleh perusahaan rating lainnya.

"Tidak seperti pinjam ke bank, meskipun sekarang memang murah. Tapi bank kan bisa saja, setahun di-review lagi tingkat suku bunganya. Pembayaran daripada pokok obligasi juga dilakukan pada akhir tenor obligasi. Sampai September, Pefindo masih menguasai pasar obligasi korporasi. Masih 88%," tukasnya. (drk/drk)