Mengawali perdagangan Senin (3/10/2016), IHSG dibuka naik 51,737 poin (0,93%) ke 5.415,914. Dua menit setelah pembukaan atau 7 menit setelah propening atau pukul 09.02 waktu JATS, IHSG langsung melesat 62,884 poin (1,17%) ke 5.428,361.
Hingga pukul 11.35 waktu JATS, IHSG masih bergerak di zona hijau. IHSG melonjak 58,184 poin (1,06%) ke 5421,782. IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 5.436,539 dan terendahnya di 5.403,860.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indeks kita insya Allah bisa 6.000, kalau lihat growth 1% pembukaan dalam 5 menit pertama seperti hari ini. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Tito usai pembukaan perdagangan di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (3/10/2016).
BEI mencatat, frekuensi perdagangan naik 4 kali lebih besar dari Singapura, dengan capaian 377.000 transaksi per hari.
"Dalam transaksi ini kita sudah empat kali lebih besar dari tetangga kita Singapura, enam kali dari Filipina, dan dua kali dari Malaysia. Kita bahkan hampir sama dari Thailand untuk frekuensi transaksi. Kita hanya kalah kapitalisasi pasar dari Singapura di regional," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat berujar, meningkatnya IHSG 1% dalam waktu 5 menit pembukaan juga merupakan andil dari keberhasilan tax amnesty. Hal ini kemudian menumbuhkan kepercayaan para investor untuk masuk ke pasar modal.
"Saya kira apa yang terjadi hari ini adalah meningkatnya kepercayaan investor kepada pemerintah kita dalam keberhasilan tax amnesty tahap pertama. Kita soalnya belum pernah juga melihat growth dalam 5 menit perdagangan bisa naik 1%. Ini menunjukkan bahwa ada kepercayaan investor yang lebih kepada market kita terkait keberhasilan kebijakan pemerintah. Karena kan impact-nya tidak hanya terhadap IHSG, tapi juga terhadap currency dan kebijakan pemerintah lainnya," jelas dia dalam kesempatan yang sama. (drk/drk)











































