Wall Street Masih Lesu

Wall Street Masih Lesu

Wahyu Daniel - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2016 06:51 WIB
Foto: Ari Saputra
New York - Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) masih ditutup negatif pada perdagangan Selasa. Muncul keresahan soal dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), dan juga soal kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menaikkan kembali suku bunga acuan dalam beberapa bulan ke depan.

Ini merupakan kedua kalinya berturut-turut Wall Street ditutup negatif. Ada ketidakpastian juga terkait pemilhan Presiden AS pada 8 November nanti.

Pound Sterling turun ke tingkat terendahnya dalam 3 dekade terakhir, setelah Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan cerainya Inggris dari Uni Eropa akan menimbulkan guncangan di negara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasti akan ada dampak yang terjadi karena pisahnya Inggris dari Uni Eropa," kata Analis, Bill Northey, dilansir dari Reuters, Rabu (5/9/2016).

Soal kenaikan suku bunga acuan The Fed, pelaku pasar saham memperkirakan kenaikan suku bunga acuan akan terjadi pada Desember.

Selain itu ada proyeksi baru dari International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan, pertumbuhan ekonomi AS di tahun ini akan mencapai 1,6%. Ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yaitu 2,2%.

Pada perdagangan Selasa (4/9/2016), indeks Dow Jones turun 0,47% ke 18.168,45. Indeks S&P 500 turun 0,5% ke 2.150,49. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 0,21% menjadi 5.289,66.

Ada 7,2 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Ini sedikit di atas rata-rata transaksi harian, yaitu 7,1 miliar lembar saham/hari dalam 20 hari terakhir. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads