Sentimen kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) muncul, setelah adanya data-data ekonomi yang memperlihatkan penguatan.
Aktivitas sektor jasa di AS di September mencapai tingkat tertingginya dalam 11 bulan terakhir. Ini menjadi sinyal kuat ekonomi tumbuh, dan bisa menjadi alasan kenaikan suku bunga acuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengambil putaran kemenangan setelah munculnya data ekonomi yang secara mengejutkan positif," kata Analis, Kim Forrest, dilansir dari Reuters, Kamis (6/9/2016).
Sekitar 65% pelaku pasar saham di AS memperkirakan suku bunga acuan akan dinaikkan pada Desember.
Saham sektor energi juga tercatat naik 1,4%, menyusul kenaikan harga minyak dunia.
Pada perdagangan Rabu (5/9/2016), indeks saham Dow Jones naik 112,58 poin (0,62%) ke 18.281,03. Indeks S&P 500 naik 9,24 poin (0,43%) ke 2.159,73. Sementara indeks Nasdaq Composite naik 26,36 poin (0,5%) ke 5.316,02.
Ada sekitar 7 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Di bawah rata-rata transaksi harian, sebanyak 7,2 miliar lembar saham per hari, dalam 20 hari terakhir. (wdl/wdl)











































