Direktur Utama Tito Sulistio mengatakan akan mengimbau 52 perusahaan asing yang memiliki pendapatan aset dan pendapatannya di atas 50% bahkan 100% untuk listing di BEI. Hal itu karena perusahaan tersebut telah meraih pendapatan tetapi malah mencatatkan sahamnya di bursa negara lain.
"Ada 52 perusahaan asing yang pendapatan aset dan revenue-nya di atas 50% bahkan ada 100% itu listed-nya di luar negeri. Saya datangi, dia bilang mau oke masuk ke Indonesia. 52 perusahaan itu pantes-pantesnya listed di Indonesia lah, 100% dapatnya di Indonesia masa listed-nya di luar negeri," ujar Tito, di kantornya, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, saat ini ia sedang menganjurkan kepada nasabah bank yang meminjam ke bank hingga Rp 1 triliun untuk melantai di bursa. Hal itu untuk keterbukaan kepada masyarakat.
"Kita sedang meng-encourage meminta agar mereka yang pinjam ke bank di atas Rp 1 triliun itu wajib listing dong itu duit masyarakat Rp 1 triliun wajib transparansi. itu yang kita kejar, ada beberapa perusahaan asing 20% sahamnya wajib di lepas ke Indonesia setelah 5 tahun beroperasi. Jadi selain yang reguler ini juga kita kejar," kata Tito. (dna/dna)











































