Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, menilai, salah satu hasil kebijakan Jokowi-JK yang memberikan dampak besar bagi pasar modal adalah program pengampunan pajak alias tax amnesty.
Program tax amnesty yang sebelumnya banyak diragukan masyarakat nyatanya menunjukkan hasil yang cukup positif, setidaknya terlihat pada periode pertama program ini. Selain menambah penerimaan negara, menurut Tito, kesuksisean periode I tax amnesty juga berdampak pada pasar modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberhasilan Jokowi-JK juga bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi 5,1% yang menurutnya salah satu yang tertinggi di dunia.
"Pak Jokowi firm dia bikin tentang tax amnesty apapun ada orang protes 2%, 4%, 6%, whatever (terserah) tapi dia firm (ada kepastian). Tapi dampak daripada ini growth 5,1% what the highest in the world," kata Tito, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2016).
Selain itu menurutnya, di masa pemerintahan Jokowi inflasi terjaga di sekitar 4%. Hal itu terjadi karena ada kerjasama antara BI dan pemerintah sehingga juga berdampak pada pasar modal.
"Stabilnya inflasi hanya 4%, ini kerjasama antara BI dan pemerintahan dampaknya pasar modal membaik. Secara nomor tidak bisa dipungkiri ini bagus," sambung dia.
Selain itu, menurutnya telah ada perubahan mental masyarakat Indonesia saat ini. Hal itu dilihat dari jumlah orang yang takut berbuat salah dan kejelian masyarakat untuk memilih pemimpin yang baik.
"Yang kedua adanya dasar-,dasar untuk masa depan yang bagus, mental yang membaik, ketakutan orang berbuat salah, diimbangi keberanian orang untuk memilih orang yang bagus, buat bursa efek itu bagus," kata Tito. (dna/dna)











































