Hal tersebut dilaporkan perusahaan dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/10/2016).
Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan pendapatan perusahaan sebesar Rp 6,27 triliun (17,89%) menjadi Rp 41,37 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 35,09 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba usaha pun mencatatkan peningkatan cukup positif sebesar 15,84% dari Rp 708,03 miliar di periode Januari-September 2015 menjadi Rp 820,23 miliar tahun ini.
Mengutip data perdagangan BEI, hingga penutupan perdagangan sore ini pukul 16.00 waktu JATS, saham AMRT turun tipis 2 poin (0,40%) ke Rp 498. Saham perusahaan sempat tercatat pada posisi tertinggi di Rp 500 dan terendah di Rp 496. (dna/ang)











































