Ekonomi Lesu, Astra Andalkan Pasar Otomotif

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 04 Nov 2016 14:26 WIB
Foto: Eduardo Simorangkir
Bogor - Bisnis otomotif PT Astra International Tbk (ASII) masih menjadi penopang dari grup konglomerasi yang dirintis oleh keluarga William Soerjadjaja ini.

Hingga triwulan ketiga tahun ini, pangsa pasar (market share) kendaraan roda empat ASII menanjak 4% menjadi 54%. Di kuartal sebelumnya, pangsa pasar kendaraan roda empat ASII sebesar 55%. Kontribusi otomotif bagi portofolio ASII saat ini mencapai 77%, sementara sisanya dipegang oleh non otomotif seperti alat berat, agribisnis, dan infrastruktur atau properti.

Selama sembilan bulan pertama di tahun ini, ASII telah membukukan penjualan sebanyak 422.494 unit kendaraan roda empat. Jumlah tersebut meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, 382.389 unit.

Head of Investor Relation ASII Tira Ardianti mengemukakan, faktor yang mendorong kenaikan market share ASII pada kuartal ketiga ini adalah penjualan produk terbaru Astra, seperti Toyota All New Fortuner.

"Market share di mobil meningkat karena didukung peluncuran model-model baru. Karena lebih menarik seperti Fortuner. Masih lebih baik, penjualan dari 1.500 tiap bulan jadi 3.000 setiap bulan. Inova juga," katanya dalam Workshop Wartawan Pasar Modal di R Hotel, Ciawi, Bogor, Jumat (4/11/2016).

Selama sembilan bulan pertama di tahun 2016 ini, setidaknya Astra telah meluncurkan 10 produk baru dan 7 produk inovasi untuk roda empat. Di antaranya Toyota New Fortuner di awal tahun lalu, dan terakhir Astra Daihatsu Sigra di bulan Agustus 2016.

"Kontribusi roda empat memang sangat baik, karena ada model-model baru yang kita nggak kasih diskon, tapi terjual dengan sangat baik," ujar dia.

Sementara itu, untuk bisnis otomotif roda dua, meskipun penjualan menurun 3% dibanding tahun lalu, Astra masih memimpin pangsa pasar yang naik 5% sebanyak 73% dari 68% dibanding tahun lalu.

"Pangsa pasar Astra di roda dua meningkat jadi 73%. Ini didukung dengan produk-produk baru yang diluncurkan dan campaign-campaign market yang efektif," tuturnya.

Adapun kapitalisasi pasar ASII hingga 30 September 2016 mencapai US$ 25 miliar, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 213.000 orang, yang tersebar di 202 anak perusahaannya.

Sebagai gambaran, masih lesunya pertumbuhan ekonomi baik secara global maupun nasional, ternyata berdampak kepada sejumlah lini bisnis dari PT Astra International Tbk (ASII), yang menyebabkan turunnya laba bersih sebanyak 6% dari Rp 11,99 triliun menjadi Rp 11,27 triliun di September 2016.

Pendapatan juga tercatat turun 4% dari Rp 138,177 triliun menjadi Rp 132,294 triliun di periode September 2016. Selain itu laba bersih per saham juga menurun 6% menjadi Rp 279 dari Rp 296. (drk/drk)