"Kita akan menerbitkan SBN sekitar Rp 18 triliun," ungkap Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portofolio Utang DJPPR di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (4/11/2016).
Awalnya pemerintah memproyeksikan defisit anggaran adalah 2,5%. Namun melihat kondisi penerimaan dan belanja, maka besar kemungkinan defisit akan melebar sampai ke level 2,7%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Schneider memastikan kondisi pengelolaan anggaran pada periode ini lebih baik dari sebelumnya. Terutama ada penerimaan besar dari program pengampunan pajak dan mitigasi atas berbagai risiko belanja.
Posisi kas negara terkendali, tapi pemerintah tetap mewaspadai anggaran dalam dua bulan tersisa. Terutama pada pemangkasan anggaran. Hal ini memang sudah diputuskan, tapi tidak tertutup kemungkinan ada realisasi belanja yang di luar ekspektasi.
"Makanya ini perlu dipantau terus menerus," tegas Schneider. (mkl/hns)











































