Bapepam: Track Record Calon Direksi BEJ Mesti Bagus
Senin, 04 Apr 2005 13:42 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menegaskan calon direksi Bursa Efek Jakarta (BEJ) harus tidak memiliki track record yang buruk di pasar modal. Pemilihan direksi BEJ sendiri akan berlangsung pada Mei mendatang untuk memilih direksi periode 2005-2008."Tidak ada kriteria khusus sama seperti dulu saja. Nanti dipaparkan dalam RUPS. Mereka yang punya track record buruk di pasar modal tidak akan diloloskan," kata Ketua Bapepam Darmin Nasution dikantornya, Jakarta, Senin (4/4/2005).Menurut Darmin selama calon direksi tidak memiliki track record yang buruk maka Bapepam akan mempersilahkan untuk maju. Bapepam sendiri tidak akan mendukung siapapun.Darmin juga menjelaskan track record yang buruk terutama jika calon direksi melakukan pelanggaran di pasar modal. Namun Darmin menolak merinci lebih lanjut. Hingga saat ini Bapepam belum menerima paket calon direksi yang akan maju dalam RUPS BEJ mendatang.Mengenai masuknya orang-orang Bapepam dalam perebutan posisi direksi BEJ, menurut Darmin Nasution, pihaknya tidak bisa melarang. "Kalau ada yang memilih begitu tentu saja kita tidak melarang. Saya tidak akan menjawab boleh atau tidak. Kalau ada yang mau silahkan saja," ujarnya.Yang jelas, lanjutnya, jika ada orang Bapepam yang masuk dalam jajaran SRO (self regulation organization) maka yang bersangkutan harus keluar dari Bapepam. Sementara itu saat ini ramai beredar tiga paket calon direksi BEJ seperti dikutip bisnis diantaranya: Paket Erry Firmansyah (dirut BEJ), Hindarmojo Hinuri (dirut Bursa Efek Surabaya), dan Adler Haymans Manurung (direktur PT Nikko Securities).Paket Erry terdiri dari M.S. Sembiring (Direktur Perdagangan BEJ), Wawan Setiamiharja (Direktur Keanggotaan BEJ), Eddy Sugito (Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia) dan Yustisia (Kadiv. Hukum Bapepam). Paket Hindarmojo dengan Roy Manurung (Kadiv. Pemeriksaan Bapepam), Aswin (PT Bahana Securities), Saka Abadi (Corporate Secretary BEJ) dan Edwin Stamboel (eks direksi BEJ periode Cyril Noerhadi). Paket Adler didukung oleh Harry Indianto (PT Caterpilar Securities), Oka Suteja (Kadiv. Transaksi Lembaga Efek Bapepam), Herlina Chandra dan Sugeng Purwahandoyo (eksekutif sekuritas).
(san/)











































