Rupiah dan IHSG Anjlok, Sri Mulyani: Karena Situasi Politik di AS

Rupiah dan IHSG Anjlok, Sri Mulyani: Karena Situasi Politik di AS

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 11 Nov 2016 14:05 WIB
Rupiah dan IHSG Anjlok, Sri Mulyani: Karena Situasi Politik di AS
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga mencapai Rp 13.485 dan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 3% pada perdagangan hari ini membuat sejumlah pihak berspekulasi akibat dari Pilpres AS.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan situasi politik di AS memang menjadi salah satu faktor yang membuat nilai rupiah serta IHSG merosot tajam.

"Sampai hari ini, kita lihat perkembangan rupiah bersama IHSG dan surat berharga itu memang sangat dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi secara regional maupun global, karena perubahan atau perkembangan situasi politik di AS," ungkap Sri Mulyani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berpengaruhnya situasi Politik AS terhadap kondisi ekonomi Indonesia, dikatakan Sri Mulyani, karena AS merupakan negara dengan ekonomi yang besar. Sehingga, pergerakan yang dilakukan AS akan sangat mempengaruhi keadaan global.

"Bahkan pernyataan juga akan mempengaruhi," katanya.

Untuk itu, Sri Mulyani mengatakan, jika pemerintah terus mencoba melakukan perlawanan dengan market global untuk memberikan keyakinan mengenai pondasi ekonomi RI.

"Sehingga kalau kita mengatakan rupiah itu kan nilai yang dilihat dari sisi permintaan dan penawaran. Kalau dari sisi permintaan untuk kebutuhan impor, kebutuhan membayar utang dan seluruh ekspor utang kita lihat tidak ada alasan untuk khawatir, maka tidak perlu khawatir. Karena permintaan itu bisa dipenuhi dengan suplai yang ada," jelasnya.

"Sehingga tidak ada yang disebut oversure. Kalau dia sifatnya spekulasi ya kita akan lihat siapa yang memainkan spekulasi," sambung dia.

Dirinya juga mengatakan jika keadaan ini hanya sementara. "Amerika kan masih proses transisi, jadi akan terus ada perkembangan baru," tutur Sri Mulyani. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads