Menanggapi hal tersebut, para investor khususnya pelaku pasar saham diminta tenang.
"Apa yang terjadi di Ahok, jangan sampai kita terprovokasi. Nggak usah terlalu ditanggapi serius, kalem saja," ujar Analis Saham, Reza Priyambada, kepada detikFinance, Senin (14/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Reza, gejolak di pasar modal lebih terpengaruh oleh kondisi perekonomian global. Hal tersebut terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir yang terus merosot. Bahkan, penutupan perdagangan IHSG akhir pekan lalu anjlok hingga 4%.
"Ada demo kemarin nggak berpengaruh ke market, rusuh cuma di tempat kejadian. Apa yang terjadi berkaitan dengan Ahok, itu nggak berhubungan dengan market, itu yang harus dipegang market. Jadi kalem saja, nggak usah dibesar-besarkan," kata dia.
Kondisi market saat ini, lanjut Reza, hanyalah kepanikan sesaat merespons gejolak politik global atas terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-45 AS.
"Pada dasarnya apa yang terjadi itu hanya kepanikan, kepanikan pasar soal Trump. Jadi kalau soal Ahok itu nggak berpengaruh di market, lebih takut efeknya Trump dibanding FPI, jadi kita imbau investor, kalem saja," tandasnya. (drk/hns)











































