Keluarnya dana asing tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok.
Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/11/2016), hingga pukul 13.42 waktu JATS, dana asing 'cabut' dari pasar modal mencapai Rp 1,186 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 238.504 kali dengan total volume perdagangan sebesar 6,624 miliar saham senilai Rp 5,685 triliun.
Saham-saham berkapitalisasi besar berguguran seperti Gudang Garam (GGRM) turun 3,94%, Unilever Indonnesia (UNVR) turun 2,32%, Elang Mahkota (EMTK) turun 8,38%, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 5,43%. (drk/dna)











































