Pelemahan IHSG dalam dua hari perdagangan disebabkan ketidakpastian pasar akan kebijakan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke depan.
Menurut Direktur Utama BRI Asmawi Syam, anjloknya harga saham emiten tidak hanya terjadi pada bank berkode BBRI tersebut. Anjloknya harga saham juga dirasakan beberapa emiten lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat ini bukan hanya BRI, semua saham itu kan mengalami penurunan dan bukan hanya di Indonesia, juga di pasar saham beberpa negara juga terjadi. Sehingga kalau kita melihat itu sifatnya hanya temporary saja," jelas Asmawi di Kantor Pusat BRI, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2016).
Ke depannya dengan terjadinya gejolak pasar seperti saat ini, maka akan teebentuk kestabilan harga baru. Pelaku pasar juga diminta tenang dan jangan berspekulasi, karena kebijakan dari Trump sendiri masih belum direalisasikan.
"Kita tunggu saja karena apa nanti akan terjadi yang namanya equilibrium baru. Akan terjadi lagi bahwa kita mendengar banyak informasi dari pemilihan presiden ini, rencana-rencana ini ada tapi kan belum direalisasikan," tutur Asmawi. (ang/ang)











































