Industri Asuransi Jiwa Raup Premi Rp 116 T

Industri Asuransi Jiwa Raup Premi Rp 116 T

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2016 16:42 WIB
Industri Asuransi Jiwa Raup Premi Rp 116 T
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Dibayangi kondisi perekonomian yang masih melambat tahun ini, industri asuransi jiwa masih terus mencatatkan kinerja positif. Pada kuartal III-2016, total pendapatan industri asuransi jiwa melonjak 78,1% dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu dari Rp 89,1 triliun menjadi Rp 158,65 triliun.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim menjelaskan, kenaikan pendapatan tersebut disokong oleh kenaikan pendapatan premi yang meningkat 73,2% atau dari Rp 100,8 triliun di kuartal III-2015 menjadi Rp 116,06 triliun di tahun 2016 periode yang sama.

"Total pendapatan naik menjadi Rp 158,65 triliun pada kuartal III tahun ini, lebih besar dari periode yang sama tahun lalu Rp 89,1 triliun," kata Hendrisman dalam paparan kinerja di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara dari sisi pendapatan premi, kuartal III-2016 tercatat sebesar Rp 116,06 triliun, naik 15,1% dari periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 100,8 triliun.

Kenaikan tersebut didukung terutama dari saluran distribusi asuransi lewat bank atau bancassurance yang juga meningkat sebesar 32%, serta berkontribusi sebesar 42% dari keseluruhan total pendapatan premi industri asuransi jiwa.

"Meningkatnya saluran distribusi bancassurance ini memperlihatkan semakin meningkatnya kerja sama yang dilakukan perbankan dengan perusahaan asuransi. Serta potensi pemasaran yang relatif lebih mudah karena yang dibidik nasabah perbankan yang telah memahami beragam jenis jasa keuangan," ujarnya.

Hendrisman mengungkapkan, hasil investasi juga mengalami lonjakan signifikan 329,1%, dari sebelumnya minus Rp 15,91 triliun di kuartal III-2015, menjadi Rp 36,45 triliun di periode yang sama tahun ini. Kemudian kenaikan klaim reasuransi 1,2% dari Rp 2,06 triliun menjadi Rp 2,09 triliun, serta pendapatan lainnya naik sebesar 88,9% dari Rp 2,14 triliun menjadi Rp 4,04 triliun.

"Dari sisi klaim juga mengalami kenaikan 17,3% dari Rp 61,76 triliun di kuartal III-2015 menjadi Rp 72,45 triliun periode yang sama 2016. Klaim di kuartal III tahun ini tersebut meliputi klaim perorangan sebanyak 17,41 juta orang, dan klaim kumpulan 40,75 juta orang," tutupnya. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads