Medco Berencana Lepas 40 Persen Saham di Bursa London

Medco Berencana Lepas 40 Persen Saham di Bursa London

- detikFinance
Selasa, 05 Apr 2005 12:15 WIB
Jakarta - PT Medco Energy International berencana untuk melepas sekitar 40 persen sahamnya melalui secondary offering di London Stock Exchange pada Juli mendatang. Pelepasan saham ini diharapkan bisa memperoleh US$ 1,5 miliar.Menurut Presiden Medco Hilmi Panigoro dalam wawancaranya dengan Dow Jones, Selasa (5/4/2005), harga yang ditawarkan itu akan memberikan premium sekitar 50 persen dari harga saham perseroan terbaru di Bursa Efek Jakarta. "Kami berencana untuk memperoleh US$ 1,5 miliar dari penjualan sekitar 1,32 miliar lembar saham," kata Hilmi Panigoro.Hilmi menambahkan, Medco berencananya menggunakan dana dari hasil secondary offering itu untuk membayar utang Medco kepada UOB Asia Ltd, Singapura senilai US$ 400 juta. Sementara sisanya akan digunakan untuk membiayai eksplorasi migas dan ekspansi bisnis lainnya. Untuk IPO ini, Medco telah menunjuk underwriter dari UOB Asia dan Merrill Lynch. Sementara roadshow ke Singapura, Hong Kong, London, Philadelpia, New York dan Boston rencananya akan digelar Juni mendatang,Hilmi berharap, rencana secondary offering ini akan mendapat respons yang kuat dari investor dunia karena perseroan pada tahun ini memprediksi pendapatannya akan meningkat 10 persen seiring naiknya harga minyak dunia. Sementara produksi minyak Medco pada tahun 2005 juga diharapkan meningkat 10 persen menjadi 154 ribu barel per hari dibandingkan tahun 2004. "Setelah penjualan saham ini, Saya berharap keluarga Panigoro akan tetap menjadi pemegang saham pengendali di Medco," kata Hilmi.Sementara mengenai ekspansi usaha, Hilmi menuturkan, Medco berencana untuk memperluas fokus bisnisnya termasuk di bidang perkebunan kelapa sawit dan produksi semen. Medco berencana mengembangkan 20 ribu hektar perkebunan kelapa sawit di Propinsi Kalimantan tengah. Hilmi menambahkan, Medco juga tengah mengincar investasi untuk pengembagan lapangan geothermal di Sarula, Sumatara Utara senilai US$ 500 juta. "Kami telah menerima penawaran dari perusahaan Jepang dan Amerika untuk mengambil bagian dalam penawaran ini untuk pengembangan lapangan Sarula," ungkap Hilmi.Ekspansi lainnya, lanjut Hilmi, adalah untuk pembangunan pabrik semen senilai US$ 400 juta di Jawa Timur. Rencananya, untuk pembangunan pabrik ini akan didanai dari dana internal ataupun partisipasi dari investor strategis lainnya yang belum disebutkan identitasnya. Namun Hilmi menegaskan, meski memiliki sejumlah rencana ekspansi bisnis, Medco tetap menjadikan migas sebagai bisnis inti dan sumber utama pendapatannya. Tercatat pada sesi I perdagangan Selasa (5/4/2005) ini saham Medco naik Rp 125 atau 4,59 persen menjadi Rp 2.850. Sementara IHSG turun 0,481 poin pada level 1.099,722. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads