Multi Agro Persada akan Delisting dari Bursa

Multi Agro Persada akan Delisting dari Bursa

- detikFinance
Selasa, 05 Apr 2005 12:55 WIB
Jakarta - Perusahaan elektronik PT Multi Agro Persada Tbk (TRPK) akan melakukan voluntary delisting (penghapusan saham atas keinginan sendiri) dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES), karena perdagangannya di bursa selama beberapa tahun terakhir sangat rendah. Demikian diungkapkan oleh Dirut TRPK, Yahja Djanggola dalam penjelasannya ke BEJ dan BES, Selasa (5/4/2005). Pada tahun 2004, saham TRPK sama sekali tidak ada transaksi yakni pada bulan Februari dan April 2004. Sementara transaksi tertingginya pada tahun 2004 terjadi pada bulan Mei 2004 hanya sebanyak 8 kali transaksi, dengan volume 107.500 saham. Menurut Yahja, perseroan akan melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 10 Mei 2005 untuk meminta persetujuan penghapusan pencatatan saham di BEJ dan BES. Selain itu juga perseroan akan meminta persetujuan atas perubahan status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private). Dijelaskan Yahja, bahwa pada 1 April 2005 telah ditandatangani shares sale and purchase agreement (perjanjian jual beli) antara pemegang saham utama yakni PT Primatama Karyapersada dan PT Adijaya Guna Satwatama (AGS Group) dengan Aspac Food Industries Pte Ltd. Dalam perjanjian jual beli itu AGS Group akan menjual sebanyak 43.525.895 lembar saham yang merupakan 77,59 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Aspac saat ini pemegang 8,25 persen saham TRPK dan calon pemegang saham pengendali baru. "Closing transaksi akan tergantung dari pemenuhan prasyarat yaitu telah dimulainya proses delisting dari BEJ dan BES yang diikuti dengan go private," kata Yahja. Selanjutnya, Aspac juga berencana membeli saham-saham di publik sekitar 14,16 persen dengan harga Rp 2.600 per saham. Sementara itu perseroan juga telah meminta kepada bursa untuk melakukan suspensi (penghentian perdagangan sementara) saham TRPK selama lima hari bursa sejak 4 April - 8 April 2005. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads