Menurut Direktur Keuangan BNBR, Amri Aswono Putro, laba yang dibukukan pada kuartal III-2016 ini terutama ditopang oleh laba selisih kurs.
"Untuk laporan kinerja keuangan kita positif (laba) Rp 20 miliar. Kita akui pondasi laba rugi masih rentan daripada fluktuasi kurs kalau melihat laporan keuangan yang ada," jelas Amri saat Public Expose BNBR di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini disebabkan utamanya oleh menurunnya permintaan pada bisnis otomotif, bahan bangunan, dan metal," terang Amri.
Pada kuartal III-2015, BNBR meraup pendapatan sebesar Rp 3,32 triliun, namun lesunya industri otomotif, properti, minyak dan gas membuat pendapatan di periode yang sama di 2016 ini hanya sebesar Rp 1,38 triliun. (drk/drk)











































