Anak Usaha Waskita Karya Jajaki IPO Tahun Depan

Anak Usaha Waskita Karya Jajaki IPO Tahun Depan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 25 Nov 2016 18:55 WIB
Anak Usaha Waskita Karya Jajaki IPO Tahun Depan
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Waskita Toll Road tengah mencari pendanaan untuk memperluas ekspansi bisnisnya. Berbagai opsi dipilih, salah satunya dengan mencoba menjajaki untuk menjual sebagian kepemilikannya di pasar modal melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).

Namun demikian, perseroan masih melihat kemungkinan skema IPO menjadi cara perseroan dalam meningkatkan ekuitas perusahaan.

"Jadi prioritas pertama meningkatkan ekuitas melalui penjualan saham Waskita Toll Road secara strategic partner, itu kemungkinan pertama. Tahun depan kita jajakin, kalau memang ada minat di market dan cukup menarik bagi Waskita Toll Road, ya tentu kita lakukan secara IPO," ujar Direktur Utama WSKT, M. Choliq saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang pasti, kata dia, perseroan akan mencari pendanaan lewat penerbitan obligasi tahun depan. Obligasi ini merupakan obligasi berkelanjutan yang telah diterbitkan sebelumnya.

"Yang pasti tahun depan kita akan menerbitkan obligasi sebagai lanjutan dari PUB tahun kemarin, masih ada tersisa sebesar Rp 2,1 triliun. Dan ada kemungkinan kita akan menerbitkan lagi di sekitar mid 2017 untuk yang baru, besarannya sedang kita kaji," sebut dia.

Perseroan kini memiliki konsesi jalan tol sekitar 1.150 km. Jumlah jalan tol yang terbilang besar ini mendorong perusahaan untuk mencari sumber pendanaan lain guna mempercepat pengerjaannya.

Menurut Choliq, perseroan sebenarnya menginginkan adanya pencarian sumber pendanaan dari penawaran saham perdana, namun karakteristik jalan tol yang masih belum jelas pengembalian keuntungannya membuat perseroan meragukan investor mau membeli saham yang ditawarkan.

"Kemungkinan itu menurut saya masih cukup rendah karena karakteristik daripada bisnis tol road itu, pada saat pelaksanaan proyek itu, perusahaan tidak memperoleh laba, sehingga ya kurang menarik lah," kata dia

Selain itu, faktor global didorong dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan membuat para investor asing enggan menaruh uangnya di Indonesia.

"Infrastruktur memang mendapatkan poin positif dari investor, namun demikian ada beberapa kendala global, seperti efek Donald Trump menjadi Presiden, sehingga kebijakan AS akan dibawa kemana, di samping perlambatan global ekonomi di China," terang dia.

Ditambah lagi, kata dia, situasi politik nasional yang sedikit memanas saat ini. Situasi politik dan keamanan yang stabil menurutnya berpengaruh terhadap minat investor menaruh duitnya di Indonesia.

"Saya kira Anda semua tahu bahwa suasana di dalam negeri agak hangat, saya belum mengatakan panas, tapi ya hangat-hangat lah, tapi tidak adem-ayem. Tatkala pemerintahan itu stabil, maka diyakini investor terhadap infrastruktur ke depan masih cukup prospektif. Tetapi dengan kondisi yang anget-anget ini ada sedikit kekhawatiran," tutur dia. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads