Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini mengatakan, sepanjang kondisi fundamental ekonomi Indonesia baik, investor akan senantiasa kembali masuk ke pasar modal Indonesia.
"Uang itu akan mengalir ke tempat yang lebih menguntungkan, mereka nggak terlalu memikirkan itu, demo sesaat. Sepanjang kita bagus ya pasti mereka akan balik ke sini," katanya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip data perdagangan BEI, hingga pukul 10.50 waktu JATS, dana asing keluar dari pasar modal Indonesia mencapai Rp 59,526 miliar.
"Itu kan sementara, tapi kan sejauh ini bursa Indonesia masih lebih baik dari yang lain kan, kita masih ranking kedua setelah Thailand," ujar dia.
Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS yang berfokus meningkatkan pengeluaran untuk pembangunan dipercaya membuat banyak dana akan keluar dari negara emerging market.
Banyaknya dana asing yang keluar bisa membuat inflasi meningkat. Jika inflasi meningkat, maka salah satu caranya adalah dengan menaikkan suku bunga. Apabila suku bunga naik, investor akan berpikir kembali mengenai pasar modal yang lebih menguntungkan dilihat dari kondisi ekonomi negara tersebut.
"Jadi itu sentimen sesaat, hanya sementara. Pada akhirnya mereka pindah ke negara lebih bagus. Return nya bagus, fundamental bagus, pasti asing balik. Uang itu nggak ada kewarganegaraannya, ke manapun yang menjanjikan, mereka balik," pungkasnya. (drk/drk)











































