Ada Aksi Damai 2 Desember, Bagaimana dengan Dana Asing di Pasar Modal RI?

Ada Aksi Damai 2 Desember, Bagaimana dengan Dana Asing di Pasar Modal RI?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 02 Des 2016 10:58 WIB
Ada Aksi Damai 2 Desember, Bagaimana dengan Dana Asing di Pasar Modal RI?
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Adanya aksi damai 2 Desember yang berlangsung hari ini dipercaya tidak mempengaruhi aktivitas di pasar modal Indonesia. Hal ini dipercaya lantaran investor masih percaya akan kondisi ekonomi Indonesia yang masih dalam kategori aman.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini mengatakan, sepanjang kondisi fundamental ekonomi Indonesia baik, investor akan senantiasa kembali masuk ke pasar modal Indonesia.

"Uang itu akan mengalir ke tempat yang lebih menguntungkan, mereka nggak terlalu memikirkan itu, demo sesaat. Sepanjang kita bagus ya pasti mereka akan balik ke sini," katanya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, sepanjang November 2016, dana asing yang keluar dari Indonesia mencapai US$ 2,3 miliar. Capital outflow terutama terasa usai pengumuman hasil pemilu Amerika Serikat (AS) 8 November lalu hingga sekarang.

Mengutip data perdagangan BEI, hingga pukul 10.50 waktu JATS, dana asing keluar dari pasar modal Indonesia mencapai Rp 59,526 miliar.

"Itu kan sementara, tapi kan sejauh ini bursa Indonesia masih lebih baik dari yang lain kan, kita masih ranking kedua setelah Thailand," ujar dia.

Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS yang berfokus meningkatkan pengeluaran untuk pembangunan dipercaya membuat banyak dana akan keluar dari negara emerging market.

Banyaknya dana asing yang keluar bisa membuat inflasi meningkat. Jika inflasi meningkat, maka salah satu caranya adalah dengan menaikkan suku bunga. Apabila suku bunga naik, investor akan berpikir kembali mengenai pasar modal yang lebih menguntungkan dilihat dari kondisi ekonomi negara tersebut.

"Jadi itu sentimen sesaat, hanya sementara. Pada akhirnya mereka pindah ke negara lebih bagus. Return nya bagus, fundamental bagus, pasti asing balik. Uang itu nggak ada kewarganegaraannya, ke manapun yang menjanjikan, mereka balik," pungkasnya. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads