Trump Bakal 'Sentil' Perusahaan yang Pindahkan Produksi ke Luar AS

Trump Bakal 'Sentil' Perusahaan yang Pindahkan Produksi ke Luar AS

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 05 Des 2016 10:29 WIB
Trump Bakal Sentil Perusahaan yang Pindahkan Produksi ke Luar AS
Foto: FoodNavigator/GettyImages
Jakarta - Kondisi sosial politik Italia turut berpengaruh pada kembalinya preferensi market memilih UST 10 Y sebagai alternatif safe haven asset. Yield UST 10Y turun 8 bps setelah pada Kamis lalu menembus 2,5%.

Presiden terpilih AS, Donald Trump menyebutkan bahwa pemindahan produksi manufaktur ke negara dengan 'low cost' manufaktur seperti China dan Meksiko merupakan kesalahan besar dan akan diadakan sangsi pajak terhadap perusahaan.

Demikian disampaikan Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan dalam risetnya seperti dikutip detikFinance, Senin (5/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengundurkan diri setelah 59% mayoritas voters menyatakan keberatan terhadap rencananya mengekang kekuatan dari Senat Italia. Euro dibuka anjlok 1,50% ke level terendah pagi ini di 1.0507 terhadap US$. President ECB Mario Draghi akan mengumumkan perpanjangan QE di tanggal 8 Desember nanti sedangkan tappering off terlihat akan di mulai pada Q3 2017.

Rupiah spot dibuka menguat ke Rp 13.495 pagi ini. Rupiah diperkirakan akan menguat hari ini dengan target level support di Rp 13.475. Indon 26 sebagai benchmark acuan obligasi Indonesia dalam mata uang US mengalami penurunan yield sebesar 1,5 bps ke level 4,310%. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads