Jokowi Ingin Persepsi Ekonomi RI Tidak Lagi Bergantung ke Dolar AS

Jokowi Ingin Persepsi Ekonomi RI Tidak Lagi Bergantung ke Dolar AS

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 06 Des 2016 10:50 WIB
Jokowi Ingin Persepsi Ekonomi RI Tidak Lagi Bergantung ke Dolar AS
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memproyeksikan dolar Amerika Serikat (AS) akan terus berada dalam tren penguatan dan membuat mata uang banyak negara tidak berdaya, termasuk rupiah. Meski demikian, Jokowi inginkan dolar tidak lagi menjadi acuan perekonomian Indonesia.

Alasannya karena hal tersebut tidak lagi mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia.

"Jangan dibawa persepsi itu pada dolar, mestinya tidak seperti itu," ungkap Jokowi dalam sambutannya pada acara sarasehan 100 ekonom Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi menjelaskan, hubungan ekonomi Indonesia - AS sebenarnya tidak terlalu besar. Ekspor ke AS hanya 10-11% dari total ekspor. Masih banyak negara lain yang menjadi tujuan ekspor utama Indonesia

"Jadi jangan sampai angka 10-11% ini menjadi mendominasi persepsi ekonomi karena dolar dan rupiah tadi," paparnya.

Bila dolar AS menjadi tolok ukur, menurut Jokowi, ekonomi Indonesia akan dianggap memburuk. Sementara sekarang pertumbuhan ekonomi berhasil menembus level 5%.

"Kalau ukur ekonomi Indonesia pakai dolar, nantinya ya kita akan kelihatan jelek. padahal negara lain juga alami hal sama. Ekonomi kita oke-oke saja. Tapi ini sekali lagi, persepsi," pungkasnya. (mkl/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads