Pelaku Pasar Saham Tunggu Realisasi Janji Kampanye Trump

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 08 Des 2016 10:13 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Wall Street kembali memasuki level tertinggi di mana DJIA naik 297,84 poin, atau 1,55 %, ke level 19.549,62 di mana perhatian investor kembali terfokus pada Bank Sentral Eropa atau European Central Banks (ECB).

Selain itu, bullish-nya saham AS juga terpengaruh oleh survei dari beberapa analis pasar keuangan yang melihat pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang listing di S&P 500 akan meningkat 12,4% di tahun depan jika Trump menepati janji kampanyenya.

Demikian disampaikan Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan dalam risetnya seperti dikutip detikFinance, Kamis (8/12/2016).

Regional

GDP Jepang dirilis mengecewakan dengan penurunan sebesar 0,9% dari bulan lalu untuk GDP YoY. Yen menguat pada perdagangan AS tadi malam seiring melemahnya Dollar Index. USD/JPY mencoba titik support 112.80 untuk grafik harian.

Euro meningkat 0,4% ke level 1.0762 setelah sempat tersungkur di awal pekan, Bank Sentral Eropa diprediksi akan melanjutkan pembelian obligasi pemerintah serta korporasi di kawasan Uni Eropa sebagai langkah Quantitative Easing yang telah diperpanjang selama 6 bulan terakhir.

Domestik

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pihaknya sedang menyiapkan urutan paket ekonomi lanjutan yang akan diluncurkan. Selain stimulus ekonomi, BKPM serta Kementerian Ketenagakerjaan tengah merancang program agar izin tenaga kerja asing bisa lebih mudah.

Rupiah ditutup di angka Rp 13.328. Yield obligasi pemerintah 10Y turun 18 bps ke 7,831% menyebabkan harga obligasi pemerintah benchmark 10 tahun melambung tinggi. (drk/drk)