Surat utang ini diterbitkan dalam tiga seri, yaitu RI0122, RI0127, dan RI0147. Penjualan surat utang ini dilakukan 1 Desember 2016 lalu.
Dari keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Jumat (9/12/2016), penjualan surat utang global ini merupakan bagian dari program Global Medium Term Notes (GMTN) sebesar US$ 50 miliar yang akan dilakukan pemerintah Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rincian penerbitan surat utang ini:
1. RI0122, dengan tenor 5 tahun dan nominal yang diterbitkan US$ 750 juta. Tingkat kupon 3,7% dan yield 3,75%. Mayoritas dibeli investor dari AS.
2. RI0127, dengan tenor 10 tahun dan nominal yang diterbitkan US$ 1,25 miliar. Tingkat kupon 4,35% dan yield 4,4%. Mayoritas dibeli investor dari AS.
3. RI0147, dengan tenor 30 tahun dan nominal yang diterbitkan US$ 1,5 miliar. Tingkat kupon 5,25% dan yield 5,3%. Mayoritas dibeli investor Asia.
Transaksi ini dilakukan di tengah ketidakpastian pasar global, termasuk kemungkinan peningkatan suku bunga acuan di AS. Tingkat peminat cukup besar.
Dalam penjualan ini, bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners adalah BofA Merrill Lynch, Citigroup, HSBC, dan Standard Chartered Bank. Sementara bertindak sebagai co-Managers adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas.
Surat utang ini akan dicatatkan di bursa efek Singapura dan bursa efek Frankfurt. (wdl/wdl)











































