Bank Lippo Berencana Right Issue untuk Tambah Modal

Bank Lippo Berencana Right Issue untuk Tambah Modal

- detikFinance
Kamis, 07 Apr 2005 18:13 WIB
Jakarta - PT Bank Lippo Tbk (LPBN) berencana melakukan right issue (penawaran terbatas) sebanyak dua kali yang akan dilakukan dalam periode 2006 hingga 2009. Right issue itu diharapkan menghasilkan dana Rp 2,5 triliun yang akan digunakan untuk meningkatkan modal perseroan dalam rangka memenuhi persyaratan Arsitektur Perbankan Indonesia (API).Per kuartal I/2005 modal Bank Lippo sebesar Rp 2,4 triliun sedangkan untuk menjadi bank nasional modal minimum yang harus dipenuhi sebesar Rp 10 triliun. "Jadi untuk meningkatkan modal tersebut salah satunya kita akan melakukan right issue dua kali untuk mendapatkan dana sekitar Rp 2,5 triliun," kata Presdir Bank Lippo Jos Luhukay dalam paparan publik di Gedung BEJ, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (7/4/2005).Right issue tersebut menurutnya akan dilakukan sebelum tahun 2010 yakni antara periode 2006-2010 karena pada tahun 2005 perseroan belum akan melakukannya. Sementara sisa dana yang lainnya untuk meningkatkan modal tersebut diharapkan dari suntikan modal atau akuisisi bank lain. Menurut Jos, Bank Lippo akan mensponsori pembentukan bank koperasi yang berasal dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Saat ini ada sebanyak 2.087 BPR yang modalnya kurang dari Rp 100 miliar. BPR-BPR ini juga mengalami kesulitan untuk ketentuan Basel II yang memakan biaya sekitar US$ 88 juta per bank. "Jika ada 100 BPR dengan modal Rp 100 miliar dan dibentuk holding baru maka bank koperasi itu akan mempunyai modal sekitar Rp 10 triliun," katanya.Bank Lippo sendiri berharap dengan pembentukan bank koperasi ini bisa menjadi partner mereka untuk meningkatkan modal Bank Lippo. "Saat ini kita sudah mengajukan proposalnya ke Bank Indonesia," jelas Jos Luhukay.AYDAJos juga menjelaskan bahwa ada tiga opsi yang akan dilakukan Bank Lippo untuk penjualan Agunan yang Diambil Alih (AYDA) sebesar Rp 2,1 triliun. Ketiga opsi tersebut adalah: penerbitan EBA (Efek Beragunan Aset), Penjualan dengan cara package deal dan aset yang 70 persennya berupa tanah bisa dibangun terlebih dahulu kemudian dijual dengan franchise.Saat ini, kata Jos, pengkajiannya masih dilakukan oleh penasihat keuangan dan sekitar Juni atau Juli diharapkan sudah mulai dilakukan penjualan. Bank Lippo melakukan pencadangan atau provisi untuk AYDA itu sebesar 20 persen."Hal ini sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dimana sebelum 25 Januari 2010 provisi boleh kurang dari 100 persen namun setelahnya harus sudah 100 persen," jelas Jos. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads