Ditransaksikan Rp 2,3 T, Saham Bank Jabar Tembus Rekor di Rp 3.510

Ditransaksikan Rp 2,3 T, Saham Bank Jabar Tembus Rekor di Rp 3.510

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 20 Des 2016 17:05 WIB
Ditransaksikan Rp 2,3 T, Saham Bank Jabar Tembus Rekor di Rp 3.510
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Saham PT Bank Daerah Pembangunan Jawa Barat Tbk (BJBR) menembus rekor tertinggi di Rp 3.510 sepanjang tahun ini. Di awal tahun tanggal 4 Januari 2016, saham BJBR masih di posisi Rp 750. Jika dikalkulasikan, sejak awal tahun hingga hari ini, saham BJBR sudah melesat 78,63%.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/12/2016), saham BJBR ditutup terpangkas 30 poin (0,99%) ke Rp 3.010.

Saham BJBR sempat menyentuh level tertingginya hari ini di Rp 3.510 dan terendahnya di Rp 2.910. Saham BJBR ditransaksikan sebanyak 11.795 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 6.514.029 saham senilai Rp 2,3 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika melihat secara historis, saham BJBR ini mulai merangkak naik pada tanggal 9 Juni 2016. Saat itu, saham BJBR menembus level Rp 1.010. Saham ini terus naik hingga menyentuh posisi Rp 2.250 pada perdagangan 6 Desember.

Hari ini, saham BJBR tembus rekor tertinggi di Rp 3.510 meskipun akhirnya ditutup melemah ke Rp 3.010.

Perdagangan saham BJBR ini hingga hari ini diawasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga masuk dalam Unusual Market Activity (UMA) karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham di luar kebiasaan.

Oleh karena itu, para investor diharapkan:
  • Memerhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa.
  • Mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi.
  • Mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.
  • Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal. (drk/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads