Pertumbuhan Ekonomi Singapura Diprediksi Hanya 1% di 2017

Pertumbuhan Ekonomi Singapura Diprediksi Hanya 1% di 2017

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 22 Des 2016 12:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Singapura Diprediksi Hanya 1% di 2017
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Monetary Authority of Singapore (MAS) memprediksi ekonomi Singapura tumbuh 1-3% tahun depan. Namun beberapa analis punya pendapat berbeda.

Banyaknya peristiwa dan insiden yang terjadi di penghujung tahun, mulai dari terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), naiknya bunga The Federal Reserve (The Fed), penembakan Dubes Rusia untuk Turki, hingga serangan di Aleppo, membuat analis memperkirakan ekonomi global direvisi.

Selain itu masih ada referendum Italia yang juga diprediksi mengubah kondisi ekonomi dunia. Maka dari itu, perusahaan finansial Nomura Holding memperkirakan ekonomi Singapura akan mengalami masa-masa berat tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ekonomi Singapura yang serba terbuka sekaligus pusat finansial Asia akan sangat terdampak oleh peristiwa yang terjadi di dunia barat, seperti rencana Inggris keluar dari Uni Eropa, proteksionisme AS, hingga risiko politik Uni Eropa," kata Nomura dalam keterangan tertulis yang dikutip CNBC, Kamis (22/12/2016).

"Ekonomi dalam negerinya juga akan mendapat banyak tantangan. Tingginya utang individu dan korporasi akan terkena imbas dari naiknya suku bunga AS, ini akan memperketat likuiditas di Singapura," tambahnya.

Jika MAS meramal ekonomi Singapura bisa tumbuh 1-3% tahun depan, Nomura justru memangkas prediksinya dari 1% menjadi hanya 0,7%.

Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi yang rendah ini, nilai tukar dolar Singapura merespons dengan melemah. Mata uang negeri singa itu sudah jatuh ke titik terendah dalam 7 tahun terakhir.

Terhadap rupiah, dolar Singapura sudah melemah 2% hanya di bulan Desember ini saja. Pada 1 Desember nilainya masih Rp 9.498, sementara kemarin sudah turun ke Rp 9.294.

Pada perdagangan hari ini menjelang siang, dolar Singapura berada di posisi Rp 9.287, lebih rendah dari posisi kemarin di Rp 9.318.

Namun Nomura memprediksi dolar Singapura akan diintervensi oleh MAS supaya tidak jatuh terlalu dalam. (ang/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads