Incar Rp 43 T Proyek Baru, WIKA Siapkan Belanja Modal Rp 12 Triliun di 2017

Incar Rp 43 T Proyek Baru, WIKA Siapkan Belanja Modal Rp 12 Triliun di 2017

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 22 Des 2016 13:34 WIB
Incar Rp 43 T Proyek Baru, WIKA Siapkan Belanja Modal Rp 12 Triliun di 2017
Ilustrasi (Foto: Eduardo Simorangkir)
Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyiapkan belanja modal sebesar Rp 12,016 triliun untuk tahun 2017.

Jumlah ini terdiri dari aset tetap Rp 871,15 miliar, penyertaan pada entitas anak Rp 1,119 triliun, penyertaan pada entitas asosiasi Rp 2,287 triliun, pengembangan usaha (PMN) senilai Rp 2,365 triliun, pengembangan usaha di luar PMN Paket 1 Rp 1,467 triliun dan Paket 2 Rp 3,905 triliun.

"Rp 12 triliun ini bukan berarti nilai projek, tapi equity yang akan dikeluarkan WIKA untuk membentuk entitas asosiasi dan lain-lain," kata Sekretaris Perusahaan, Suradi dalam paparannya saat Breakfast with Media di WIKA Tower 2, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa program pengembangan usaha perseroan yang akan menggunakan dana PMN di tahun 2017 diantaranya investasi di jalan tol Soreang-Pasir Koja, investasi pembangkit Jawa 5, pembangkit Aceh, SPAM (AMI), dan pembangunan industri Kuala Tanjung.

Sementara untuk penjualan konsolidasi di tahun 2017, perseroan menargetkan sebesar Rp 25,7 triliun, naik 32,81%. Komposisinya masih didominasi oleh infrastruktur dan gedung seperti proyek-proyek LRT, jalan tol, kawasan industri, pembangkit listrik dan gedung perkantoran.

"Kalau dibandingkan dengan RKAP 2016, penjualan kita akan kita targetkan Rp 25,74 triliun atau naik 32.81%. Sementara aspirasi dari pemegang saham 18. Jadi kita menargetkan lebih tinggi dari harapan pemegang saham mayoritas," ungkap Suradi.

"Kita juga akan bangun beberapa proyek terkait dengan energi. Kita akan ikut tender banyak projek yang kita sasar di wilayah SKK Migas, sehingga target penjualan cukup optimis," tambahnya.

Adapun target penjualan konsolidasi perseroan di tahun 2017 paling besar ada pada infrastruktur dan gedung sebesar Rp 13,9 triliun (naik 32%), pembangunan kawasan industri Rp 4,9 triliun (naik 5,69%), energi dan industrial plant Rp 4,6 triliun (naik 86%) dan properti Rp 2,2 triliun (naik 35%).

"Sehingga kita proyeksi perolehan laba kotor Rp 3,7 triliun dan laba bersih Rp 1,9 triliun yang masing-masing naik 45% dan 62.38% dari RKAP 2016," tandasnya. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads