Bagaimana dengan Investasi Saham Tahun Ini?

Bagaimana dengan Investasi Saham Tahun Ini?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 26 Des 2016 17:22 WIB
Bagaimana dengan Investasi Saham Tahun Ini?
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Di penghujung tahun 2016 ini, investasi saham masih diminati oleh banyak orang. Berbagai kondisi baik domestik maupun global selama tahun 2016 ini tentu mempengaruhi investasi saham.

Lalu, bagaimana sebetulnya kondisi investasi saham saham selama tahun 2016 ini?

Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan, investasi saham di tahun 2016 ini dinilai kurang stabil. Pengembaliannya pun dinilai tidak setinggi di tahun-tahun sebelumnya, bahkan tahun ini cenderung turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu karena efek luar, global. Dampak dari pemilihan umum Amerika kemarin, perlambatan ekonomi juga mempengaruhi, jadi saham tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya," ungkap Eko kepada detikFinance, seperti ditulis Senin (22/12/2016).

Walau demikian, kata Eko, kondisi tersebut dinilai sementara. Setelah kondisi perekonomian global membaik, maka investasi saham pun dapat menjadi lebih stabil. Terutama jika melihat dari kebijakan yang bakal diambil oleh AS nantinya.

"Tapi untuk ke depannya harusnya lebih optimistis. Karena sudah jelas, Amerika mau seperti apa pergerakannya. Apakah sudah dilantik, presidennya akan melaksanakan janjinya atau enggak. Kalau enggak, bisa jadi kita berkembang lebih bagus lagi," terang dia.

Dirinya pun mengatakan, sebetulnya jika pintar dan cermat dalam memilih jenis saham, maka keuntungan yang cukup tinggi bisa didapatkan oleh pemegang saham.

"Kalau saham bisa di atas 20%-25%. Artinya kalau kita dapat saham yang bagus, dan milihnya tepat, bisa dapat segitu. Jadi intinya lihat dari luar dulu, Amerika mau seperti apa, cina juga mau seperti apa. Kalau sudah jelas pergerakannya, pasti lebih stabil," tuturnya.

Mengutip data Infovesta, rata-rata imbal hasil reksa dana saham berdasarkan Infovesta Equity Fund Index, selama periode 30 Desember 2015 hingga 30 November 2016 mencapai 6,42%, masih lebih rendah dibandingkan kinerja IHSG yang mencapai kenaikan 12,10%.

Jika dirinci lebih jauh, ada kinerja reksa dana saham yang mencatatkan imbal hasil hingga 51,197% dalam periode tersebut, yaitu Treasure Fund Super Maxxi.

Disusul Sucorinvest Equity Fund yang mencatatkan keuntungan 46,481%, Sucorinvest Sharia Equity Fund 40,424%, SAM Indonesian Equity Fund sebesar 39,405%, dan OSO Sustainability sebesar 34,075%.

Sementara rata-rata imbal hasil reksa dana campuran selama periode 30 Desember 2015-30 November 2016 tercatat 8,02%, reksa dana pendapatan tetap 7,01%, dan reksa dana pasar uang sebesar 4,23%.

Untuk obligasi pemerintah mencatatkan keuntungan 9,06% selama periode 30 Desember 2015-30 November 2016 dan obligasi korporasi sebesar 8,91%. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads